Jual film-film non-mainstream: horror, cult, exploitation, kelas B, kung fu, dan beberapa film arthouse

Zombie

NIGHT OF THE LIVING DEAD

Year: 1968
Director: George A. Romero
Countries: USA
Genres: Horror, Zombie
Cast:Duane Jones, Judith O’Dea

Review Link:
DVD Talk

Rp 40.000,-

More detail


DEAD ALIVE

Year: 1992
Director: Peter Jackson
Countries: New Zealand
Genres: Horror, Zombie
Cast: Timothi Balme, Diana Peñalver, Elizabeth Moody, Ian Watkin

Review Link:
DVD Talk

Rp 30.000,-

More detail


THE LAST MAN ON EARTH

Year: 1964
Director: Ubaldo Ragona
Countries: Italy, USA
Genres: Horror, Sci-Fi, Drama
Cast: Vincent Price, Franca Bettoia, Emma Danieli, Giacomo Rossi-Stuart, Umberto Raho, Christi Courtland, Antonio Corevi, Ettore Ribotta
Rp. 30.000,-

Detail dan screenshot disini


ARMY OF DAKNESS

directed by Sam Raimi
starring Bruce Campbell

Lanjutan dari Evil Dead 2 dimana kali ini ash bertualang di negeri masa lampau melawan pasukan-pasukan tentara kegelapan dengan teknologi modern.

Edisi ini menggunakan transfer yang sama dengan edisi region-3, dimana gambar dan suaranya jauh lebih superior dari versi Anchor Bay. Untuk perbandungan bisa dilihat di review link di bawah.

FEATURES
# Deleted Scenes and alternate endings
# Commentary
# English Dolby Digital 5.1
# Original 1.78:1 Aspect Ratio enhanced for 16×9 television

Review Link:
DVD Beaver


BURIAL GROUND: THE NIGHTS OF TERROR

FEATURES
English Mono
Original aspect ratio 1.78:1
Interviews with producer Gabriele Crisanti and star Mariangela Giordani
Original Theatrical Trailer

SYNOPSIS
Sekelompok pasangan menghabiskan malam di sebuah mansion mewah dan terpencil. Tanpa diduga, mereka akan menghabiskan malam tersebut dengan terror tanpa habis-habisnya dari zombie-zombie kelaparan.

Menampilkan Peter Bark, si cebol yang disini perannya dipaksakan menjadi anak kecil betulan.

Review link:
Eccentric Cinema


CEMETERY MAN a.k.a. DELLAMORTE DELLAMORE

FEATURES
Original 1.66:1 aspect ratio
English Dolby Digital 5.1 and Dolby Digital stereo
Death is Beautiful featurette, includes interviews with Michele Soavi, Anna Falchi, Sergio Stivaletti, and Gianni Romoli
Original Italian Trailer

SYNOPSIS
Francesco Dellamorte terlihat seperti penjaga makam biasa. Namun di malam hari, kesibukannya adalah membunuh mayat-mayat yang bangun dari kubur.

Cemetery Man merupakan perpaduan yang menarik antara film dangkal kelas b dan film arthouse yang berkelas. Dipermanis oleh bintang panas Anna Falchi.

Review link:
Eccentric Cinema
10,000 Bullets


A VIRGIN AMONG THE LIVING DEAD

FEATURES
French and English Audio
English Subtitles
Original aspect ratio 1.78:1
Alternate Footage
Theatrical Trailer

SYNOPSIS
Sepeninggal ayahnya, Christina memenuhi panggilan untuk menjadi ahli waris sebuah rumah mewah di daerah terpencil. Setibanya di rumah tersebut, ia menemukan bahwa rumah tersebut juga anggota-anggota keluarganya yang bertingkah misterius.

Review link:
DVD Drive-in


THE BEYOND

(2 DISC)

FEATURES
English 5.1 Audio
English 2.0 Audio
English Mono
Italian Mono
Original aspect ratio 2.35:1
Audio Commentary by Catriona MacColl and David Warbeck
Lost German Pre-Credit Sequence In FULL COLOR
Interviews with Key Cast and Crew Members
Music Video by NECROPHAGIA directed by Jim Van Bebber
Original Theatrical Trailer

SYNOPSIS
Seorang wanita bernama Liza mewarisi sebuah hotel kuno di Louisiana. Tanpa sepengatahuannya, hotel tersebut dibangun di salah satu dari tujuh pintu neraka yang akan membangunkan mayat-mayat dari kematian. Kejadian-kejadian menyeramkan pun terjadi.

Review link:
AV Maniacs
10,000 Bullets


FLESHEATER

Technical Spec:
2 Discs
English 2.0
No subtitles
1.85:1 Aspect ratio enhanced for widescreen TV

Features:
“Back Into The Woods” Featurette
Soundtrack with photos gallery
Bill Hinzman Zombie Pizza Commercial
Original Trailer


THE EVIL DEAD

directed by Sam Raimi

Technical Spec:
2 Discs
English 5.1
English 2.0
French 5.1
French 2.0
English close captioned
1.85:1 Aspect ratio enhanced for widescreen TV

Features:
Theatrical Trailer
TV Spots
Talent Bios
Poster And Still Gallery
Audio Commentary with Star Bruce Campbell
Audio Commentary with Writer/Director Sam Raimi and Producer Robert Tapert
Behind the Scenes Footage & Outtakes


Re-Animator (1985)

Re-Animator
directed by Stuart Gordon

Dan Cain (Bruce Abbot) adalah seorang mahasiswa kedokteran Miskatonic University yang bermasa depan cerah. Dia memiliki kekasih yang cantik bernama Megan (Barbara Crampton) yang kebetulan adalah putri dekan tempat Cain kuliah. Karena butuh uang untuk membayar rumah kontrakannya ia menerima seorang roomate bernama Herbert West (Jeffrey Combs).

Pada suatu malam, Dan Cain mendapati bahwa West adalah seorang mahasiswa jenius sekaligus gila yang mengembangkan sebuah serum untuk menghidupkan kembali orang yang sudah mati. Kagum sekaligus shock, Cain menerima tawaran West untuk membantunya mengadakan eksperimen terhadap mayat-mayat di tempat Cain magang. Keadaan menjadi tidak terkendali ketika mayat-mayat yang disuntikkan serum ajaib tersebut hidup kembali dan menjadi buas. Pada saat itulah masa depan Dan Cain serta jiwa Megan dan ayahnya pun menjadi terancam.

Sebagai sebuah film kelas B, Re-Animator tampak lebih superior dibandingkan film-film sekelasnya. Dalam debut film pertamanya sutradara Stuart Gordon dan Brian Yuzna berhasil menghadirkan sebuah film horror yang tidak memberi ampun kepada penonotonnya. Sabarlah selama 40 menit pertama, karena sejak menit tersebut, penonton tidak akan diberikan kesempatan bernafas. Bergalon-galon darah akan memuaskan dahaga para pencinta film horror. Jangan lupakan juga penampilan mencengangkan dari David Gale dan Jeffrey Combs yang pantas dijuluki icon film horror. Jangan ragu untuk memasukkannya dalam daftar wajib tonton anda karena inilah sebuah masterpiece film kelas B.

Distribution
Anchor Bay – Region 1 – NTSC

Runtime
86 Minutes

Audio
English DTS
English 5.1
English 2.0

Subtitles
English [Closed Captioned]

Aspect Ratio
Original aspect ratio 1.85:1
Anamorphic widescreen

Features
Disc 1:
Audio commentary with director Stuart Gordon
Audio Commentary with Producer Brian Yuzna and Actors Bruce Abbott, Jeffrey Combs, Barbara Crampton and Robert Sampson

Disc 2:
Theatrical Trailer
TV Spot
Still Gallery
70 Minute Featurette: RE-ANIMATOR RESURRECTUS
Interview with Director Stuart Gordon and Producer Brian Yuzna
Interview with Writer Dennis Paoli
Interview with Composer Richard Band
Music Discussion with Composer Richard Band
Interview with Fangoria Editor Tony Timpone
Deleted Scene
Extended Scenes
Behind-The-Scenes Still Gallery
Fun On The Set Still Gallery
Posters and Advertising Gallery
Storyboard Gallery
Stuart Gordon Bio
Screenplay (DVD-ROM)
Herbert West, Re-Animator” by H.P. Lovecraft (DVD-ROM)

Comments
Dirilis sebelumnya oleh Elite, DVD Re-Animator keluaran Anchor Bay ini nampaknya masih menggunakan materi yang sama. Gambar yang dihasilkan terasa jernih dan bebas dari goresan dan debu. Grain-grain yang halus nampak tidak terlalu mengganggu. Anchor Bay memang jaminan mutu dalam menangani rilisan film-film cult klasik.

Extra-extra yang ditampilkan sebagian besar berasal dari edisi Elite sebelumnya. Sebuah Extra baru adalah RE-ANIMATOR RESURRECTUS, dokumenter sepanjang 70 menit menampilkan wawancara dengan hampir seluruh pendukung film ini.

Re-Animator kerluaran Anchor Bay ini merupakan edisi yang patut dimiliki oleh penggemar film horror. Dengan tata teknis yang jempolan dan extra yang bertaburan, saya rasa anda tidak perlu berpikir dua kali.

Screen Capture


LIFEFORCE

Director Tobe Hooper was a hot property after he scored a popular hit with Poltergeist (thanks in part to producer Steven Spielberg) so his follow-up film was the most wildly ambitious of his career to date. Armed with a big budget and a special effects crew led by Star Wars pioneer John Dykstra Hooper and Alien cowriter Dan O Bannon whipped up a movie that must be seen to be believed. Thats not really a compliment since Lifeforce isnt much of a movie when all the sound and fury is over. But you have got to admit theres something crazily admirable about a movie that starts out as a science fiction adventure about a mission to explore Halleys comet turns into an alien-invasion thriller featuring a beautiful naked woman (Mathilda May) whos a vampire from space and escalates into an end-of-the-world disaster flick! Its got everything you could want from a horror movie–from zombies running amok in London to rotting corpses and energy bolts to signal the apocalypse to come! Holding it all together is Steve Railsback as the Halley mission survivor who holds the key to mankinds salvation–but what fun is saving the world when you could be seduced by a sexy naked space vampire? Check out Lifeforce to see how it all turns out.

ORIGINAL RELEASE
1985

RUNNING TIME
116 minutes

PICTURE
2.35:1 Letterboxed

SOUND
English

SUBTITLES
English
French
Spanish


City of the Living Dead (1980)

(Paura nella città dei morti viventi)

Dalam City of the Living Dead, Lucio Fulci memperkenalkan gaya baru dalam membuat film zombie-nya. Tidak lagi menggunakan zombie a la Dawn of the Dead ataupun Zombi 2. Kali ini Fulci menggunakan pendekatan supranatural. Di kemudian hari film-film zombie dengan gaya gothic-nya ini di-claim menjadi sebuah trilogy bersamaan dengan The Beyond dan The House By The Cemetery.

Adegan dibuka dengan setting sebuah kuburan di daerah Dunwich, New England. Seorang pendeta yang tampak pucat bunuh diri dengan menggantung dirinya. Hal ini sesuai dengan ramalan berusia 4000 tahun bahwa kematian sang pendeta akan membuka gerbang neraka (The Gates of Hell) yang akan membangkitkan mayat-mayat dari kematian. Dan bila gerbang itu tidak tertutup sebelum All Saint Day. Maka seluruh umat manusia akan menjadi mayat hidup.


Di tempat lain, Mary, seorang paranormal yang mendapat penglihatan ini menceritakan semuanya kepada seorang reporter bernama Peter (Christopher George), bahwa mereka harus menemukan kuburan sang pendeta untuk menutup gerbang neraka sebelum hari All Saint. Celakanya All Saint Day hanya tinggal 48 jam lagi. Mereka lalu bersama-sama mengadakan perjalanan mencari kuburan sang pendeta di Dunwich, sebuah kota kecil yang terasing.

Kelemahan dari City of the Living Dead adalah begitu sulitnya mencari benang merah antara kejadian-kejadian aneh yang terjadi setelah kematian sang pendeta. Munculnya api di apartemen Mary, retaknya bangunan di sebuah bar, seorang wanita memuntahkan isi perutnya hingga tewas, mayat yang tiba-tiba hilang, cacing-cacing yang berterbangan, seorang pemuda idiot dibor kepalanya oleh pemilik bar, dan zombie dalam film ini tidak jelas hantu atau mayat karena bisa menghilang dengan tiba-tiba. Adegan-adegan tersebut disatukan tanpa adanya penghubung yang jelas.


Sementara dari segi plot sangat tidak konsisten, namun tidak dari segi penyutradaraan, Lucio Fulci berhasil membangun suasana seram dan mencekam yang berlarut-larut. Dan sisipan adegan gory muncul dengan efektif, terutama ketika adegan pengeboran kepala dan pemuntahan isi perut. Namun selain itu, film Lucio Fulci ini tampil bak film horror smart yang mencoba membuat penontonnya berpikir, sayangnya film ini hanya bisa membuat penonton sepintar apapun jadi sakit kepala, tapi mungkin tidak sesakit yang dirasakan pemuda idiot di atas.

DVD:

DVD ini sempat dirilis dengan kualitas amat baik oleh Anchor Bay, meskipun extra yang ada hanyalah berupa trailer dan production still. Videonya tampil baik, kecuali adanya grain sepanjang film. DVD rilisan Anchor Bay tersebut sudah sulit dicari sekarang, namun Blue Underground merilisnya kembali dalam format dan kemasan yang sama persis.

Alternate Title: The Gates of Hell
Sutradara: Lucio Fulci
Pemain: Catriona MacColl, Christopher George, Giovanni Lombardo Radice, Janet Agren


Zombie Holocaust (1980)

Melihat genre zombie dan Kanibal menjadi demikian populer, maka produser film memikirkan sebuah gagasan yang jenius: mengapa tidak menggabungkan keduanya?! Maka lahirlah Zombie Holocaust: Zombi 2 + Cannibal Holocaust.

Dari semua film yang merip-off Zombi 2. Mungkin Zombie Holocaust yang paling terang-terangan melakukannya. Zombi Holocaust memakai setting yang sama, beberapa cast yang sama, dan alur cerita yang nyaris sama.

Cerita bermula di kota New York, ketika seorang perawat tertangkap basah sedang melahap anggota tubuh mayat-mayat di rumah sakit. Sang perawat kanibal mencoba kabur namun tewas terjatuh dari jendela. Dokter wanita di rumah sakit tersebut yang juga ternyata seorang anthropolog, Lori Ridgeway (Alexandra Delli Colli) tertarik untuk menyelidiki fenomena kanibalisme ini setelah melihat bahwa si perawat kanibal memiliki tato di dadanya yang dipercaya merupakan simbol dari suku kanibal yang langka.

Penyelidikan sang dokter membawanya kepada seorang agen pemerintah U.S. beraksen british bernama Dr. Peter Chandler (Zombi 2‘s Ian McCulloch). Dr. Chandler juga tertarik dengan kasus ini dan memutuskan untuk mangajak Lori melakukan expedisi ke pulau Keto, di kepulauan Maluku tempat dimana simbol tersebut berasal. Tim ekspedisi mereka dilengkapi lagi oleh asistennya, George dan Susan yang seorang repoter.

We can't afford Roger Moore
Sebelum berangkat ke pulau tujuan. Dr. Chandler mengajak tim-nya untuk mampir ke pulau lain kediaman Dr. Obrero, seorang ilmuwan yang sedang mengadakan penelitian. Dr. Obrero lalu meminjamkan mereka sebuah kapal bersama dengan seorang tour guide bernama Moloto (Dakar, dari Zombi 2 juga) dan tiga orang pembawa barang.

Di tengah perjalanan, mesin kapal bermasalah, sehingga tim harus bermalam di pulau lain. Pada saat itulah kejadian-keajdian mengerikan mulai terjadi. Seorang pembawa barang hilang dan ditemukan dalam keadaan tubuh yang tercabik-cabik dan isi perut yang berhamburan.

Special effects are pretty cool
Ternyata pulau tempat mereka istirahat ini tak lain adalah Keto sendiri. Suku-suku kanibal mulai bermunculan dan menyerang mereka. Seorang pembawa barang lain terkena perangkap kanibal, perutnya dirobek dan dimakan oleh suku kanibal. George sang asisten mengalami hal yang hampir serupa. Perutnya dirobek dan matanya dicungkil. Susan diculik namun Peter dan Lori selamat ketika tiba-tiba rombongan zombie datang dan menakut-nakuti para kanibal.

Di tengah perjalanan melarikan diri, Peter dan Chandler menemukan sebuah gubuk. Tak disangka-sangka ternyata gubuk tersebut adalah tempat Dr. Obrero melakukan eksperimen terhadap suku-suku primitif. Dr. Obrero ternyata adalah ilmuwan gila yang mencoba menemukan cara untuk menghidupkan kembali mayat-mayat yang telah mati. Peter lalu dijadikan bahan eksperimen. Sedangkan Lori berhasil kabur namun tertangkap oleh suku-suku kanibal.

The mad scientist. We can't afford Harvey Keitel.
Meskipun secara garis besar cukup menjanjikan. Namun Zombie Holocaust tidak dieksekusi dengan baik. Plotnya tidak berkembang dengan baik dan banyak kesalahan-kesalahan konyol terjadi. Salah satunya adalah ketika si perawat kanibal terjatuh dari jendela, tangan si perawat terlepas dari tubuhnya (manequin, get it?). Tapi di adegan selanjutnya, tangan si perawat menyatu lagi. Adegan lain adalah tampang sang pembawa barang terlihat bored ketika perutnya dirobek oleh kanibal.

A little harder, please!
Lubang-lubang seperti ini justru memberikan nilai tambah di mata maniak exploitation. Adegan-adegan yang tidak dimaksudkan untuk sebuah komedi bisa menjadi humor yang menghibur. Lagipula special efek gory yang ditampilkan cukup terlihat nyata dan menyelamatkan kedangkalan dari keseluruhan film.


Judul alternatif: Dr. Butcher, M.D./Queen of the Cannibals
Pemain: Ian McCulloch, Alexandra Delli Colli, Donald O’Brien, Dakkar

Sutradara: Marino Girolami


Zombi 2 (1979)

Tidak perlu repot-repot mencari Zombi bagian pertama. Zombi bagian pertama tak lebih dari alternate title untuk rilisan Italia film Dawn of the Dead. Film buatan George A. Romero itu dibuat tahun 1979 dan menjadi big hit dimana-mana. Formulanya yang tidak membutuhkan banyak sokongan dana membuat produser-produser lain ingin mencicipi keuntungan yang serupa.

Di tahun itu pula, Zombi 2 dirilis. Film ini tidak memiliki hubungan apapun dengan film Dawn of The Dead, bahkan skripnya sudah ada sebelum DOTD dirilis. Dengan memanfaatkan kepopuleran DOTD, Zombi 2 berhasil menaklukkan pasaran dan berhasil melampaui pendapatan Dawn of the Dead walaupun dengan budget yang lebih tipis.

Untuk menambah ketertarikan para moviegoers, film ini ditambahkan dengan adegan-adegan yang kelewat sadis pada zaman itu. Alhasil harus dilarang beredar di beberapa negara, bahkan masuk dalam daftar video nasty di Inggris. Salah satu adegan sadisnya memperlihatkan mata Olga Karlatos tertusuk kayu secara perlahan-lahan. Sangat eksplisit. Adegan ini masih dianggap luar biasa oleh penggemar film-film gory hingga sekarang.

One scene to rule them all
Plotnya cukup sederhana. Seorang wanita (Tisa Farrow, adiknya Mia Farrow) menyelidiki keberadaan ayahnya di sebuah pulau misterius. Ditemani oleh seorang jurnalis (Roger Moore looked-a-like, Ian McCulloch). Dan pasangan pelaut (Al Cliver dan hottie-but-can’t-act Auretta Gay). Singkat cerita, di pulau itu terdapat kekuatan gaib (semacam voodoo) yang mengakibatkan orang-orang mati di pulau itu hidup lagi, dan kelaparan!!

Zombi 2 memiliki formula yang sempurna untuk sebuah film exploitation. Adegan-adegan gory, akting standard yang di-dubbing, dan juga adegan telanjang. Di tengah perjalanan, Auretta Gay (nama asli: Auretta Gianonne) break sejenak untuk mengambil foto-foto pemandangan bawah laut, topless. Not a bad thing, she’s hot. Di bawah laut ini pula terdapat satu adegan lagi yang fenomenal, yaitu perkelahian antara hiu vs. zombie.

The army of zombies
Zombi 2 boleh dianggap sebagai pengekor film Dawn of the Dead, namun Zombie 2-pun menjadi pioneer dan mengawali trend film Zombie Italia. Produser dan sutradara dari negara tersebut berlomba-lomba untuk menciptakan film zombie mereka sendiri. Muncul film-film seperti Hell of the Living Dead, Burial Ground, Nightmare City, bahkan Zombie Holocaust memakai lokasi dan pemeran utama yang sama dengan Zombie 2. Film-film tersebut tidak bisa menyamai kualitas film yang dibuat Lucio Fulci ini, meskipun memiliki unsur fun tersendiri.

Lewat film ini, Lucio Fulci menjadi sutradara yang didewa-dewakan penggemar film horror. Ia pun tetap membuat film-film bertema zombie lain seperti City of The Living Dead, The Beyond, The House by the Cemetery dan lain-lain. Serta memantapkan dirinya sebagai sutradara exploitation terbaik untuk genre ini.

Alternate title: Zombies (US), Zombie Flesh Eaters (UK)
Pemain: Tisa Farrow, Ian McCulloch, Richard Johnson, Al Cliver, Auretta Gay, Stefania D’Amario, Olga Karlatos
Sutradara: Lucio Fulci


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.