Jual film-film non-mainstream: horror, cult, exploitation, kelas B, kung fu, dan beberapa film arthouse

Cannibal

PAPAYA: LOVE GODDESS OF THE CANNIBALS

Year: 1978
Director: Joe D’Amato
Countries: Italy
Genres: Erotica, Cannibal
Cast:Melissa Chimenti, Sirpa Lane, Maurice Poli

Review Link:
10,000 Bullets
Eccentric Cinema
DVD Talk

Rp 30.000,-

More detail


MOUNTAIN OF THE CANNIBAL GOD

Year: 1978
Director: Sergio Martino
Countries: Italy
Genres: Adventure, Cannibal, Horror
Cast: Ursula Andress, Stacy Keach, Claudio Cassinelli, Antonio Marsina
Rp 40.000,-
Susan Stevenson (Ursula Andress) mengadakan ekspedisi ke hutan terpencil di Papua untuk mencari suaminya yang hilang. Dalam perjelanan, mereka bertemu dengan suku kanibal yang sadis. Rekan perjalanan Susan harus mengalami kejadian-kejadian menyeramkan. Dan Susan hendak dijadikan korban bagi dewa suku kanibal.

Mountain Of The Cannibal God adalah sebuah film kanibal yang memiliki budget lebih baik dari film-film kanibal lainnya. Bond Girl Ursula Andress dipilih menjadi pemeran utama dan memamerkan kemolekan tubuhnya yang masih indah meskipun sudah tidak semuda ketika bermain film Bond pertama. Sutradara spesialis giallo Sergio Martino mencoba banting setir menyutradarai film bergenre kanibal ini. Hasilnya adalah sebuah film horror petualangan yang cukup menghibur.

More detail


CANNIBAL FEROX

Year: 1981
Director: Umberto Lenzi
Countries: Italy
Genres: Cannibal, Horror
Cast: Giovanni Lombardo Radice, Lorraine De Selle and Danilo Mattei
Rp. 40.000,-

More details & screenshots


CANNIBAL HOLOCAUST

directed by Rugerro Deodato

Seorang profesor menemukan sebuah rekaman mengerikan berisi pembunuhan, mutilasi dan kanibalisme oleh sebuah suku di amazon terhadap satu grup tim pembuat film dokumenter.

Setengah film yang dishot dengan gaya dokumenter menambah kengerian dan kesan nyata terhadap film ini. The mother of all cannibals movie!

FEATURES
# Anamorphic (16:9) Widescreen Version
# English Stereo and Mono Audio Options
# Audio Commentary by director Ruggero Deodato and star Robert Kerman
# The Making Of Cannibal Holocaust – one hour Italian documentary featuring rare behind-the-scenes footage
# Exclusive on-camera interview with Deodato, Kerman and co-star Gabriel Yorke
# Original theatrical trailers
# Extensive gallery of stills and poster art
# Necrophagia music video
# Line notes by legendary horror journalist Chas. Balun

Review Link:
Eccentric Cinema
10,000 Bullets


Massacre In Dinosaur Valley

directed by Michele Massimo Tarantini
Brazil/Italy 1985


Distributor: Shriek Show
Runtime: 98 Minutes
Audio: Dolby Digital Mono 2.0
Subtitles: None
Aspect Ratio: Original aspect ratio 1.85:1

Features
Audio Commentary by Michael Sopkiw
Interview with Michael Sopkiw
Interview with director Michele Massimo Tarantini
Deleted Scene
Production Stillis
Original Trailer

Screen Captures disini


Eaten Alive!

directed by Umberto Lenzi
Italy 1980

Distributor: Shriek Show
Runtime: 92 Minutes
Audio: English Dolby Digital Mono 2.0
Subtitles: None
Aspect Ratio: Original aspect ratio 1.78:1

More Details & Screenshots


Zombie Holocaust (1980)

Melihat genre zombie dan Kanibal menjadi demikian populer, maka produser film memikirkan sebuah gagasan yang jenius: mengapa tidak menggabungkan keduanya?! Maka lahirlah Zombie Holocaust: Zombi 2 + Cannibal Holocaust.

Dari semua film yang merip-off Zombi 2. Mungkin Zombie Holocaust yang paling terang-terangan melakukannya. Zombi Holocaust memakai setting yang sama, beberapa cast yang sama, dan alur cerita yang nyaris sama.

Cerita bermula di kota New York, ketika seorang perawat tertangkap basah sedang melahap anggota tubuh mayat-mayat di rumah sakit. Sang perawat kanibal mencoba kabur namun tewas terjatuh dari jendela. Dokter wanita di rumah sakit tersebut yang juga ternyata seorang anthropolog, Lori Ridgeway (Alexandra Delli Colli) tertarik untuk menyelidiki fenomena kanibalisme ini setelah melihat bahwa si perawat kanibal memiliki tato di dadanya yang dipercaya merupakan simbol dari suku kanibal yang langka.

Penyelidikan sang dokter membawanya kepada seorang agen pemerintah U.S. beraksen british bernama Dr. Peter Chandler (Zombi 2‘s Ian McCulloch). Dr. Chandler juga tertarik dengan kasus ini dan memutuskan untuk mangajak Lori melakukan expedisi ke pulau Keto, di kepulauan Maluku tempat dimana simbol tersebut berasal. Tim ekspedisi mereka dilengkapi lagi oleh asistennya, George dan Susan yang seorang repoter.

We can't afford Roger Moore
Sebelum berangkat ke pulau tujuan. Dr. Chandler mengajak tim-nya untuk mampir ke pulau lain kediaman Dr. Obrero, seorang ilmuwan yang sedang mengadakan penelitian. Dr. Obrero lalu meminjamkan mereka sebuah kapal bersama dengan seorang tour guide bernama Moloto (Dakar, dari Zombi 2 juga) dan tiga orang pembawa barang.

Di tengah perjalanan, mesin kapal bermasalah, sehingga tim harus bermalam di pulau lain. Pada saat itulah kejadian-keajdian mengerikan mulai terjadi. Seorang pembawa barang hilang dan ditemukan dalam keadaan tubuh yang tercabik-cabik dan isi perut yang berhamburan.

Special effects are pretty cool
Ternyata pulau tempat mereka istirahat ini tak lain adalah Keto sendiri. Suku-suku kanibal mulai bermunculan dan menyerang mereka. Seorang pembawa barang lain terkena perangkap kanibal, perutnya dirobek dan dimakan oleh suku kanibal. George sang asisten mengalami hal yang hampir serupa. Perutnya dirobek dan matanya dicungkil. Susan diculik namun Peter dan Lori selamat ketika tiba-tiba rombongan zombie datang dan menakut-nakuti para kanibal.

Di tengah perjalanan melarikan diri, Peter dan Chandler menemukan sebuah gubuk. Tak disangka-sangka ternyata gubuk tersebut adalah tempat Dr. Obrero melakukan eksperimen terhadap suku-suku primitif. Dr. Obrero ternyata adalah ilmuwan gila yang mencoba menemukan cara untuk menghidupkan kembali mayat-mayat yang telah mati. Peter lalu dijadikan bahan eksperimen. Sedangkan Lori berhasil kabur namun tertangkap oleh suku-suku kanibal.

The mad scientist. We can't afford Harvey Keitel.
Meskipun secara garis besar cukup menjanjikan. Namun Zombie Holocaust tidak dieksekusi dengan baik. Plotnya tidak berkembang dengan baik dan banyak kesalahan-kesalahan konyol terjadi. Salah satunya adalah ketika si perawat kanibal terjatuh dari jendela, tangan si perawat terlepas dari tubuhnya (manequin, get it?). Tapi di adegan selanjutnya, tangan si perawat menyatu lagi. Adegan lain adalah tampang sang pembawa barang terlihat bored ketika perutnya dirobek oleh kanibal.

A little harder, please!
Lubang-lubang seperti ini justru memberikan nilai tambah di mata maniak exploitation. Adegan-adegan yang tidak dimaksudkan untuk sebuah komedi bisa menjadi humor yang menghibur. Lagipula special efek gory yang ditampilkan cukup terlihat nyata dan menyelamatkan kedangkalan dari keseluruhan film.


Judul alternatif: Dr. Butcher, M.D./Queen of the Cannibals
Pemain: Ian McCulloch, Alexandra Delli Colli, Donald O’Brien, Dakkar

Sutradara: Marino Girolami


Jungle Holocaust a.k.a. Last Cannibal World (1977)

(Ultimo mondo cannibale)

Pada dekade 70 dan 80-an, banyak film ber-sub-genre kanibal yang diproduksi. Namun tidak ada sutradara yang membuatnya se-serius film-film kanibal buatan Ruggero Deodato.

Bersama dengan masterpiece-nya, Cannibal Holocaust. Last Cannibal World dibuat dengan lebih akurat (setidaknya begitu kata sutradaranya). Mengambil tempat di lokasi asli, yaitu hutan Mindanao di Filipina. Serta menggunakan suku primitif asli. Ini hal yang patut diberi nilai tambah, dibandingkan beberapa film kanibal lain yang mengambil lokasi di taman safari dan menggunakan orang-orang Eropa yang di make-up supaya terlihat primitif. Bahkan para aktor dan aktris di film ini bermain dengan cukup meyakinkan (setidaknya untuk ukuran film exploitation yang notabene kelas B).

Seorang pengusaha, Robert (Massimo Foschi), mendarat darurat di tengah hutan Mindanao, bersama dengan temannya, Ralf (Ivan Rassimov), seorang pilot dan istrinya. Pesawat mereka berhasil diperbaiki, namun karena hari sudah menjelang malam, mereka memutuskan untuk bermalam di tengah hutan tersebut. Karena suatu peristiwa, istri sang pilot hilang. Keesokan paginya mereka lalu mencari keberadaan istri sang pilot. Di tengah hutan, sang pilot tewas menggenaskan karena terkena perangkap hewan. Akhirnya Robert dan Ralf tersesat, bahkan terpisah satu sama lain. Robert mengalami peristiwa yang lebih mengerikan karena tertangkap oleh suku primitif yang memakan daging manusia.

Oleh suku kanibal, Robert diperlakukan dengan kejam. Dan harus menyaksikan berbagai peristiwa mengerikan, seperti, mutilasi seekor buaya, dan seorang anggota suku yang dihukum dengan tangannya dibiarkan digerogoti semut hingga tersisa tulang. Namun ia memperoleh simpati dari seorang wanita suku tersebut yang kebetulan berwajah cantik (Me Me Lai).

Robert berhasil kabur dengan membawa sang wanita sebagai tahanan dan juga petunjuk jalan. (salut untuk Massimo Foschi karena berani melakukan semuanya tanpa memakai sehelai benangpun, dan lebih salut lagi untuk Me Me Lai, karena berani bugil sepanjang film). Di tengah jalan, bahkan Robert berhasil bertemu kembali dengan Ralf. Mereka lalu berusaha mencari jalan kembali ke peradaban sebelum suku kanibal menemukan dan memangsa mereka.

They don't do this on Crocodile Hunter

Adegan gory di film ini tidak sebanyak dalam film Cannibal Holocaust, malah hanya ada dua orang yang terlihat dilahap oleh kanibal. Produser film ini menambahkan beberapa adegan yang melibatkan kekerasan terhadap hewan. Seperti ular yang memangsa komodo, dan mutilasi buaya.

Penampilan Me Me Lay sebagai wanita suku prmitif yang selalu bugil cukup menyegarkan suasana. Karena dilihat dari beberapa sudut, ia sangat cantik. Wanita keturunan Thailand-British ini anehnya dikasting pula untuk dua film kanibal lain dengan karakter yang serupa.

Massimo Foschi & Me Me Lai

Menyandang judul US-nya, Jungle Holocaust. DVD film ini dirilis dengan baik oleh Shriek Show. Gambarnya memang tidak terlalu tajam, tapi kita memang tidak bisa berharap banyak dari film kelas-B yang dirilis 3 dekade lalu. Shriek Show menambahkan audio commentary yang informatif dari Ruggero Deodato. Dan juga wawancara dengan Massimo Foschi dan Ivan Rassimov. Selain itu masih ada beberapa image gallery dan trailer-trailer keluaran Shriek Show. Dan di kotak DVD diselipkan beberapa lobby card yang pasti menyenangkan hati para penggemar film-film exploitation.

Judul Alternatif: Jungle Holocaust (US)/The Cannibals/Cannibal!/The Last Survivor/Carnivorous
Pemain: Massimo Foschi, Ivan Rassimov, Me Me Lai, Sheik Razak Shikur, Judy Rosly, Suleiman, Shamsi
Sutradara: Ruggero Deodato


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.