Mondo Terrore

January 17, 2008

Caged Women a.k.a. Island Women (1980)

Filed under: Erotica, Women In Prison — Foo @ 7:43 am

Gefangene Frauen

 

(Switzerland/1980/89 menit)
Judul alternatif: Island Women
Sutradara: Erwin C. Dietrich
Pemain: Brigitte Lahaie, Karine Gambier, Nadine Pascal, France Lomay, Eric Falk

DVD released: April 29th, 2008
Durasi:
92 minutes
Format:
1.85:1 Anamorphic Widescreen, Region 0 PAL, Progressive Scan
Rating: NR
Sound: English, German, French mono
Subtitles: None
Studio: ABCDVD
Harga: $29.95

—————————————————————————————————————

The Film

Hampir setiap film-film women in prison memiliki formula yang sama untuk menarik minat penonton. Wanita yang tidak bersalah dijebloskan ke dalam penjara (penjara wanita tentunya), mendapat masalah dari sipir yang jahat dan sesama tahanan yang kasar, terlibat lesbianisme, lalu berusaha melarikan diri. Kekerasan, seks, kekerasan seks dan ketelanjangan bukan merupakan bumbu lagi untuk genre ini, melainkan sebuah hidangan utama yang dinikmati oleh penggemarnya.

Lalu apa yang membuat Caged Women lebih istimewa ketimbang film-film WIP lain?

Keistimewaannya adalah bahwa saya tidak pernah melihat film yang menawarkan begitu banyak ketelanjangan seperti yang film ini tampilkan. Dan lebih istimewanya lagi ketelanjangan tersebut sebagian besar melibatkan si cantik aduhai Brigitte Lahaie. I’m not lying, she’s a ten!

Di suatu tempat di Amerika Selatan (tidak disebutkan negaranya, yang jelas di bendera negara tersebut terdapat simbol boobs), Presiden sedang kebingungan karena PBB akan mengutus orang-orangnya secara khusus untuk meyelidiki praktek pelacuran yang dicurigai sedang terjadi di sebuah bordello. Masalahnya adalah si Presiden merupakan owner tempat itu sendiri. Foto sang presiden bahkan terpampang di marketing office bordello tersebut. Kekasih Presiden yang kebetulan cantik dan seksi (Karine Gambier) menganjurkan sebuah ide untuk meyembunyikan semua pelacur di bordello tersebut di sebuah penjara, yang terdapat di sebuah pulau bernama Tago Mago atau Rat Island. Serta menawarkan dirinya sendiri untuk menjadi sipir penjara. Ide tersebut langsung disetujui oleh sang Presiden.

Hari berikutnya, sepasukan tentara datang dan menangkap semua pelacur di bordello yang sedang asyik-asiknya melayani tamu. Mereka lalu dibawa secara paksa ke pulau yang dimaksud. Sesampainya di pulau, mereka mendapatkan kata pembuka dari si sipir penjara, intinya adalah seluruh tawanan tidak perlu repot-repot melarikan diri karena pulau tersebut dikelilingi oleh kawat listrik dan hiu-hiu ganas.

gefangene_frauen_01.jpg

Sebelum dimasukkan ke dalam sel, mereka terlebih dahulu dimandikan dan diperiksa kesehatannya oleh seorang dokter cabul yang secara canggih bisa memeriksa kondisi pasien hanya dengan memasukkan jarinya ke dalam alat vital mereka. Diantara tawanan tersebut terdapat tiga karakter utama yang bernama Rita (Brigitte Lahaie), Rosi (Nadine Pascal) dan Lisa (France Lomay). Mereka bertiga dimasukkan ke dalam satu sel. Meskipun mereka tetap mengeluh karena tidak bisa lagi melayani tamu-tamu mereka (that’s right, whore to the bone).

Untungnya, selama di penjara, mereka tidak disiksa dan tidak disuruh melakukan kerja paksa seperti di film-film WIP lain. Malah, untuk mencegah kebosanan tiga wanita ini mengundang penjaga-penjaga di penjara tersebut untuk dilayani dengan sukarela. Mereka tidak memiliki kegiatan lain selain menunggu malam tiba dan bersenang-senang dengan memuaskan nafsu seks mereka dengan para penjaga dan kadang-kadang dengan sesama mereka sendiri.

Ketika dua orang tahanan lain tertangkap basah berusaha melarikan diri, sang sipir memberikan hukuman kecil kepada semua tahanan yang merupakan hadiah besar bagi penonton, yaitu mereka tidak diizinkan lagi memakai pakaian sejak hari itu. Big deal. Rita, Rosi dan Lisa mulai tidak betah berlama-lama dalam penjara, terlebih ketika sang sipir mulai meminta mereka untuk kerja paksa. Mereka lalu menyusun sebuah rencana melarikan diri, yang akhirnya berhasil dilaksanakan. Sambil bugil.

gefangene_frauen_02.jpg

—————————————————————————————————————

The Disc

Meskipun merupakan produsen DVD berbasis Switzerland, namun ABCDVD mampu menampilkan kualitas gambar yang sempurna untuk film ini. Langit yang biru terekam sempurna. Warna-warna yang ditampilkan sangat tajam dan natural. Nyaris terlihat seperti film yang baru dibuat kemarin sore.

gefangene_frauen_04.jpg

ABCDVD menawarkan tiga pilihan bahasa yaitu Jerman, Inggris dan Perancis. Dubbing Jerman adalah pilihan yang terbaik. Namun sayangnya tidak disediakan subtitle Inggris. Jadi bagi yang tidak bisa berbahasa Jerman seperti saya harus rela menontonnya dengan dubbing Inggris yang buruk. Dubbing Perancisnya malah lebih parah lagi.

—————————————————————————————————————

Extras

Extra yang ditawarkan hanya berupa trailer-trailer film lain. Tidak termasuk film ini sendiri. Dan sebuah extra berdurasi satu jam berupa potongan adegan-adengan XXX yang berasal dari koleksi ABCDVD.

—————————————————————————————————————

Overall

Tidak seperti film-film WIP lain, Caged Women tidak menawarkan banyak kekerasan. Para tahanan malah terlihat cukup nyaman berada di tahanan. Fokus film ini lebih dititikberatkan pada seks dan nudity. Penonton tidak akan dibiarkan berlama-lama menikmati film ini tanpa suguhan T&A, maksimal setelah jeda waktu 3 menit, penonton akan melihat ketelanjangan lagi.

Untuk ukuran film yang memiliki ide cerita sangat dangkal, Caged Women boleh dibilang telah dieksekusi dengan baik. Settingnya di sebuah pulau dengan langitnya yang biru sangat enak dipandang, namun tetap kalah indah dibandingkan pemeran-pemeran wanita yang tampil super duper berani disini. Istimewanya, mereka bahkan bisa berakting cukup baik. Diantara mereka adalah si blondie Brigitte Lahaie, yang sebenarnya lebih dikenal sebagai pemain film kategori XXX asal Perancis. Saya berani bertaruh bahwa tidak ada tubuh yang lebih indah selain yang dimiliki oleh si blondie cantik Brigitte Lahaie.

gefangene_frauen_03.jpg

Salah satu adegan istimewa adalah ketika karakter yang diperankan France Lomay diadukan dalam sebuah pertarungan bugil melawan salah satu penjaga bertubuh body builder yang diperankan oleh Eric Falk. Secara ajaib, dengan jurus karatenya, berkali-kali France Lomay mampu membanting lawannya yang berbadan dua kali lebih besar tanpa bantuan trik kamera.

Secara keseluruhan, Caged Women dengan ceritanya yang buruk sangat disayangkan jika dilewatkan, karena penonton tidak akan mendapatkan film WIP dengen pemeran-pemeran wanita yang lebih menarik daripada yang terdapat dalam film ini. Hal itu mempengaruhi sekitar 90 persen kualitas dari genre semacam ini. Am I right?

Sayangnya yang berminat membeli DVD ini harus rela mengeluarkan uang dalam jumlah yang cukup besar. Cukup fair, mengingat tidak sembarang toko maya yang menyediakan judul ini dan cukup sulit untuk mengirimkan film ini ke Indonesia mengingat cover DVD-nya yang sangat vulgar.

 

2 Comments »

  1. btw situ pindah ke wordpress ya?
    gw yg dulu hari itu post soal lady terminator.

    ikutan forum ini aja:
    http://exploitnation.bigforumpro.com

    ^ nick gw killerB

    foo: yup, yang di kaskus juga gue

    Comment by monsterikan — July 11, 2008 @ 9:02 am | Reply

  2. how could i get this movie?
    would you help me with this?
    I would appreciate your helping.
    I think I would love this movie.

    Would you send a copy to my address?
    jln.legi 9B papringan Yogyakarta 55281

    thank you very much.

    foo: well, you can just visit this web
    http://www.kaskus.us/showthread.php?t=942976

    Comment by bona — November 14, 2008 @ 11:48 pm | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

Blog at WordPress.com.