(Les Amazones du temple d’or)
Bayangkan sebuah film dimana pemeran utamanya seorang Tarzan wanita yang ber-topless ria sepanjang film. Dan musuh-musuhnya merupakan wanita Amazon yang juga tak kalah bugilnya. Terdengar seperti sebuah masterpiece bukan? Ternyata tidak sama sekali. This movie sucks.
Alasannya, pemeran utama film ini, Analía Ivars bukanlah figur yang seksi dan cocok untuk berbugil ria. Tubuhnya yang cenderung gempal dengan rambut hair metal a la 80-an kurang menarik untuk dilihat. Tidak buruk sebenarnya, tapi tidak bagus juga. Dilengkapi dengan aktingnya yang buruk, membuatnya tidak seperti Tarzan wanita yang perkasa, lebih mirip orang idiot yang nyasar di tengah hutan dan suka berbicara dengan hewan. Hal yang sama juga terjadi pada wanita-wanita Amazon-nya.
Here comes the stupid story anyway. Karena suatu alasan, tim ekspedisi yang terdiri dari sepasang suami istri dibunuh oleh sekelompok wanita-wanita Amazon berkuda dan berambut pirang. Mereka meninggalkan seorang putri bernama Liana yang kemudian diasuh oleh penduduk lokal. 16 tahun kemudian, Liana tumbuh besar sebagai tarzan wanita topless yang perkasa (dengan akting idiot dan rambut hair metal-nya). Seorang misionaris lalu mendatanginya dan menyerahkan sebuah jurnal yang menjelaskan dengan lengkap perihal kematian kedua orang tuanya. Ternyata ayah Liana dibunuh karena berhasil menemukan rahasia lokasi kuil emas milik penduduk Amazon.
Liana lalu bertekad membalas kematian kedua orang tuanya dengan mencari kuil tersebut. Ia lalu mengadakan perjalanan menyusuri hutan, ditemani dengan seorang ahli sihir lokal yang lebih idiot bernama Koo koo. (satu-satunya keahlian penyihir ini hanyalah mengeluarkan asap untuk mengusir orang-orang yang lebih idiot dari dia) Di tengah hutan, mereka bertemu dengan tim ekspedisi yang juga mencari kuil tersebut. Terdiri dari seorang arkeolog, istrinya yang cantik (finally!!), dan seorang guide tanpa kharisma yang tampaknya menjadi love interest Liana. Mereka lalu bergabung dan melanjutkan perjalanan.
Satu-satunya adegan yang membuat film ini patut ditonton lagi adalah ketika istri sang arkeolog, diperankan Alicia Príncipe (The Sexual Story of O) menemukan air terjun dan berenang disana tanpa pakaian. Harusnya pembuat film ini menyerahkan peran utama kepada Alicia Príncipe saja, maka film ini akan menjadi 10 kalo lebih menarik. Istri sang arkeologis ini lalu menemukan sebuah gua yang dipenuhi gas tidur. Ia lalu tidak sadarkan diri dan wanita-wanita Amazon mulai bermunculan dan menculik sang istri.
Anggota ekspedisi lain juga menemukan gua yang sama secara satu per satu dan mengalami nasib yang sama pula. Mereka semua dibawa ke kuil emas Amazon yang dijaga oleh perempuan-perempuan topless dan berbikini dengan aksesoris kertas mengkilat. Ternyata wanita-wanita tersebut dipimpin oleh seorang pria (cabul) bernama Uruck. Tidak jelas mengapa wanita-wanita blondie dan perkasa Amazon mau dipimpin oleh seorang pria parobaya yang cabul. Namun Uruck suka mengadakan pertujukan untuk mengadu dua orang wanita dan meniduri pemenangnya. Kali ini Liana diadu dengan wanita paling kuat di Amazon dan menentukan nasib teman-temannya. Sanggupkah Liana lolos sekaligus membalas dendamnya? Jeng! Jeng! Jeng! Ga penting.
Jika saja tidak dipenuhi oleh wanita-wanita topless, film ini sangat layak ditonton oleh anak-anak TK. Tentu anak-anak TK menggemari film petualangan di tengah hutan, lengkap dengan footage-footage hewan. Biaya produksi film ini begitu murah dan terlihat murahan. Semua adegan hutan disyuting di taman safari dan kuil emas terlihat dibuat dengan kertas mengkilat dan gabus. Aktor-aktornya terdiri dari dua macam, yaitu yang berakting datar dan yang overakting. Bahkan nama Jess Franco dijual untuk melariskan film ini meskipun dia tidak menyutradari dan tidak terlibat dalam pembuatan film ini.
Lalu apa alasan bagus untuk menonton film ini? Alicia Príncipe’s tits.
(Perancis)
Sutradara: Alain Payet, Jess Franco
Pemain: Analía Ivars, William Berger, Françoise Blanchard, Alicia Príncipe